Kaligrafi Sebagai Manifestasi Seni Dalam Islam

Kaligrafi merupakan seni tulis indah atau bisa disebut pula kelihaian dalam mempuat pola tulisan menarik. Kaligrafi menjadikan wujud keindahanyang diselimuti nilai-nilai spiritual yang memberikan efek ketenangan, keindahan dan keceriaan. Sedangkan keindahan sendiri mendatangkan kehandalan seni dan karya manusia. Kaligrafi dalam bahasa Arab yang disebut dengan al khath juga merupakan identitas, sarana ibadah dan materi renungan sebagai pesan-pesan Illahi.

Kaligrafi sebagai identitas dalam islam karena saat ini kaligrafi identik dengan hasil karya seni yang bernilai islami, sebab karya utama dari karya desain gambar ini adalah ayat-ayat yang berasal dari qauliyyah Ilahiyyah dan al hadits nabawiyyah disamping itu pula untaian hikmah didapat dari berbahasa Arab. Sementara itu kaligrafi juga disebut sebagai sarana dalam ibadah yaitu adanya motifasi terselubung dari sebuah kaligrafi itu sendiri yang memunculkan kaligrafer ataupun para penikmatnya untuk lebih “memahami” pesan-pesan Ilahi yang termaktub dalam tulisan arab indah tersebut.

Seorang kaligrafer kawakan Indonesia mengatakan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang sangat revolusioner itu mempunyai peran andil dalam perkembangan kaligrafi. Ayat-ayat Iqra’ itulah awalan surat yang diturunkan dan menjadil awal kebangkitan aksara Arab sehingga turut menghiasi masa kejayaan Islam masa lampau hingga saat ini. Dengan adanya keajaiban tersebut, kaligrafi Islam tidak hanya bernilai artistik, tapi juga transcenter secara makna. Keindahannya berbaur dengan nilai-nilai spiritual.

Sebagai karya dari seni islam kaligrafi adalah suatu hasil kesenian yang terus berkembang sehingga mencapai tangga tertinggi terkenalnya melebihi berbagai seni Islam lainnya. Bahkan, jika dibandingkan dengan bentuk jenis seni islam lainnya, kaligrafi Arab tetap menduduki deretan puncak yang tidak pernah dicapai oleh seni tulis mana pun di dunia ini.

Dalam dunia perkembangan Islam, kaligrafi memiliki hubungan timbal yang erat dan tak mungkin dipisahkan. Sebelumnya Ibnu Khaldun pernah mencatat dalam Muqaddimahnya bahwa kaligrafi juga bergantung kepada eksistensi peradaban yang menaunginya. Sebagai realnya ketika kerajaan Islam mulai lemah dan luntur, maka kemahiran dalam menulis kaligrafi juga mulai surut. Pada masa berikutnya, kaligrafi terus mengalami inovasi yang sangat pesat baik dari desain ragamnya, cara penulisannya, sampai pada inovasi model dan visualisasinya mulai dari model klasik sampai kontemporer modern yang dipengaruhi oleh karya seni lain. kenyataannya membuat kaligrafi Arab memilik daya tarik tersendiri sehingga menarik perhatian kaum umum secara luas untuk mendalami dan mengkajinya baik itu oleh praktisi kaligrafi itu sendiri maupun mereka yang berada diluar pemahaman dari kaligrafi tersebut.

Tetapi kebanyakan para pendalaman kaligrafi itu lebih menseriusi pada kaligrafi sebagai ekspresi kesenian tulis-menulis indah secara praktis sebagai sebuah keahlian. Yang menjadi sasaran adalah memperkenalkan kaedah-kaedah penulisan arab dan teori pelatihan sesuai dengan kaidah bahasa arab sehingga tidak menyalahi aturan. Sebagian besar dari buku-buku kajian kaligrafi mengambil refensi utama dari kitab-kitab yang memuat kaidah-kaidah tulisan Arab contohnya karya Hasyim Muhammad al Khaththath, Qawa’id al Khath al ‘Araby dari Baghdad, 1961. Atau juga jika tidak, mereka banyak mendesain tulisan kaligrafi dari aspek sejarah dengan menampilkan para tokoh-tokoh yang berpengaruh pada zaman itu. Dan sangat jarang hasil kajian yang membahas kaligrafi dari aspek filosofis dan wacana kebudayaan Islam yang aktual dan empiris.

Menyampingkan dari deskripsi di atas, kaligrafer berusaha memfokuskan desain pada kajian kaligrafi sebagai manifestasi seni Islam dengan menelusuri peran penting kaligrafi dalam sejarah peradaban Islam. Dalam penulisan desain ini, untuk efisiensi pembahasan, sengaja penulis tidak akan banyak menyinggung kaligrafi dari aspek historis kemunculannya (asal muasalnya) ataupun aspek skill praktis dan perkembangan perubahan gaya, corak serta jenisnya, tapi lebih pada motivasi perkembangan kaligrafi dalam peradaban Islam terutama pascapewahyuan (diturunkannya al Qur’an).

Kaligrafi surat Al Ikhlas

Kaligrafi surat Al Ikhlas

1. Penyebutan istilah kaligrafi di paper ini dimaksudkan untuk kaligrafi Arab/Islam (al khath al raby), kecuali ada penambahan kata-kata tertentu yang ditujukan untuk maksud tertentu pula, exp. Kaligrafi China, kaligrafi Jepang, dll.
2. Rubrik Sukses, Majalah GONTOR, Jakarta, Edisi 05 Tahun I, Rajab 1424H/September 2003M, hlm 57.
3. Lihat QS. al Alaq ; 1- 5 dan al Qalam ;1
4. Ibnu Khaldun, Muqaddimah, Mesir, Musthafa Muhammad, tth, Vol. I, hlm 420.
5. Selain Hasyim Muhammad al khaththath, para penulis buku senada adalah Hassan Massoud, Al Khath al ‘Araby (Caligraphie arabe Vivante) (Paris,1981), dan di Indonesia banyak bermunculan buku-buku praktis semacam ini yang diantaranya ditulis oleh Sirojuddin, Pelajaran Kaligrafi Islam, (Jakarta, 1985), Serial Belajar Kaligrafi, (1991-1997, delapan jilid), Abdul Karim Husein, Tuntunan Menulis Huruf Halus Arab, (Jakarta, 1970), Misbahul Munir, Pelajaran Menulis Indah Huruf Arab, (Surabaya, dua jilid), Dede Nuruzzaman, Kalgrafi dan Tahsinul Khat, (1987, dua jilid), Muthalib Alfasiry, Qiwaamul Khath,,(Jepara, dua jilid), Mausu’ah al Khathathin, (Jepara), Ulul Aufa, Belajar Kaligrafi, (Kudus), dan lain sebagainya.
6. Disamping Ibnu Khaldun dengan Muqaddimahnya, penulis lain diantaranya adalah Yasin Hamid safadi, Islamic Calligraphy, (London, 1978), Ismail Roji’ al Faruqi dan Lois Lamya al Faruqi, The Cultural Atlas of Islam, (New York, 1986), Kamil Al Baba, Ruh al Khat al ‘araby, (Beirut, 1983), dan D. Sirojuddin AR, Seni Kaligrafi Islam, (Jakarta, 1985).
7. Manifestasi berati pembuktian, pernyataan perwujudan dan pengejawentahan. Lihat Pius A. Partanto dan M. Dahlan al Barry, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya, Arkola, 1994, hlm. 435.

Tulisan Indah dan Seni Kaligrafi Buat Pembelajaran Siswa

Sistem penulisan indah atau Kaligrafi adsalah salah satu buku dari seri pembelajaran pendidikan kesenian yang diterbitkan Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN). Buku ini diajukan untuk siswa-siswa mulai kelas dasar agar bisa mengajak para siswa memahami tentang sejarah tulisan dari berbagai bangsa di dunia ini dan mengapresiasi kata yang dibuat menjadi karya seni kaligrafi.

Buku ini dibagi ke dalam dua sistem bagian: sistem pertama, mengenai Sistem Tulisan dan sistem kedua, mengenai sistem Kaligrafi. Sistem tulisan dibahas diawali dari sistem tulisan paling tua hingga pada perubahan-perubahan model lambang sistem penulisan. dari berbagai kebudayaan seni tulis di dunia. Pembahasan tentang sistem kaligrafi diutamakan untuk fokus pada tiga tradisi sistem tulis di dunia yang mengembangkan kaligrafi secara luas yaitu kaligrafi Islam, kaligrafi Tionghoa diantaranya Korea, Jepang, dan Vietnam, dan kaligrafi Latin.

Kaligrafi Al Ikhlas

Kaligrafi Al Ikhlas

Buku ini juga mengungkap beberapa sistem seni tulis yang ada di Nusantara seperti tulisan Pallawa, Kawi, tulisan Batak hingga tulisan lontaraq yang berlaku di Sulawesi Selatan hingga ke wilayah Flores. Tak terlupakan pula ada kaligrafi baru yang dikenalkan dari orang Indonesia ini sendiri, terutama yang berkenaan dengan pertumbuhan kaligrafi Arab di dalam karya seni bernilai.

Pembahasan Kaligrafi yang di dalam buku ini bertujuan agar memberikan imajinasi sebuah kegiatan kesenian yang telah dilakukan selama berpuluh-puluh tahun di berbagai belahan dunia, termasuk Nusantara. Dengan maksud ini, harapannya siswa siswi bisa mampu melihat keberagaman karakter, ekspresi kaligrafi yang pada selanjutnya dapat memahami pula keragaman budaya.

Memang tidak semudah untuk bagi siapa saja untuk dapat mengembangkjan keahlian membaca tulisan bahasa yang sangat beragam, apalagi bila tulisan-tulisan itu digarap dalam bentuk kaligrafi yang tidak lagi menekankan pada cara membacanya, melainkan pada ekspresi estetik dan makna simboliknya yang ada didalam kaligrafi tersebut. Pesannya hanya satu: janganlah takut memajukan daya mengapresiasi keragaman kaligrafi walau kita belum bisa cara membaca aksaranya.” Sebab pintu ke arah menuju kenikmatan keindahan kaligrafi dapat ditempuh dengan rasa seni, sehingga walau tak bisa membacanya kita masih bisa menikmati dari wujud seninya. Tak tertutup kemungkinan bahwa siswa terbangkitkan pula kepenasaran dan keingintahuannya sehingga berupaya mempelajari dan memahami untuk lebih bisa menjelajahi seni kaligrafi.

Surga dalam Rumah

Mempunyai dana yang lebih pastinya akan memicu kita untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat kita senang. Seperti menghias rumah kita sendiri. Jika dananya lebih kenapa tidak kita renovasi ulang ruah kita dengan yang lebih indah lagi. Karena rumah kita memang te,mpat kita untuk menaung hidup dan mempersatukan semua keluarga dalam satu atap. Dimana kita terlindungi dari panasnya matahari saat siang hari, terlindungi dari dinginnya malam dan juga pengaman dari dunia luar. Maka membuat rumah nyaman sangatlah tepat.

Rumah yang nyaman akan menjadi tempat dimana diidamkan semua keluarga, dari anak, istri, suami dan banyak lagi. Membuat rumah idaman bukan harus yang megah dan mewah tetapi bagaiman kita membuat itu seolah megah dan mewah dalam hati mereka. Karena kemegahan dan kemewahan luar tidak bisa membahagiakan keluarga. Karena kebahagian hanya bisa timbul dari dalam hati saja, jadi jadikan kemegahan dan kemewahan rumah itu didalam hati mereka.

Bagaimana bisa membuat kemewahan dan kebahagian di dalam hati dalam membuat rumah ? gampang sekali dalam menjawab itu semua, buat rumah dalam suasana surga. Karena surga adalah dimana tempat megah dan mewahnya dunia dan akhirat. Jika anda bisa membuat keluarga anda dalam keadaan dirumah seakan disurga maka mereka pasti bahagia sekali dengan rumah bagaimanapun itu. Caranya selalu ajak mereka menadakan suasana islami atau kedekatan sang illahi dirumah anda.

Dengan mendekatkan diri kita dengan sang illahi saat berada dirumah rumah kita aka tersa seperti surga yang megah dan mewah. Hidupkan semua yang bisa memicu terasanya surga dalam rumah. Dengan membaca Al Qur’an dirumah, berzdikir dirumah dan juga pasang kaligrafi arab dirumah. Jangan pasang yang bisa menakutkan para malaikat untuk masuk rumah dan sehingga tidak memberi nikmat zrizki dan ketenangn dirumah kita. Kalimat suci dalam kitab Al Qur’an akan memnenangkan hati seseorang dirumah itu, rumah tidak menjadi pengap karena telah dibantu dengan hawa surga yang dibawa masuk para malaikat kedalam rumah. Bila rumah kita tersa seperti surga pastinya kebahgian akan lebih besar dibandingkan rumah yang biasa dengan megah dan mewahnya dunia.

Kaligrafi Surat An Nas

Kaligrafi Surat An Nas

Pemilihan Kaligrafi dari Akal

Peka tehadap apa yang terjadi pada jaln hidup ini, tak seorangpun yang bisa membayangkan dengan kendala yang akan datang menghalangi perjalanan hidupkita. Jikakita tidak pernah belajar dan mencari sebab musabab dan bagaimana penyelesaiannya maka hasilnya akan tetap menemui jalan yang tak akan habis perkaranya.kita kebanyakan berfikir untuk kesenangan sesaat saja dan tak berfikir jangka panjangnya yang akan menimpa kita. Itulah kesalahan yang ada pada diri kita masing-masing.

Manusia yang diberi kemampuan lebih oleh ALLAH SWT yaitu berupa akal yang seharusnya digunakan untuk berfikir lebih rasional lagi dalam melakukan tindakan yang akan dijalankan. Bukan hanya menubruk dan menerjang semua yang ada di depan, namun lihat pula pada bagian mana yang jangan kita terjang namun dipikirkan terlebih dahulu pantas tidaknya. Karena kebutuhan berfikir yang baik akan mendapatkan hasil yang bagus pula.

Hasil yang bagus dari kinerja kita akan sangat memuaskan diri sendiri juga yang bangga apa yang didapat dengan jerih payah dan penuh akal sehat yang memecahkan masalah, sehingga  apapun yang didapat dan ditempuh sangat mengesankan. Seperti halnya saat kitam membeli sesuatu. Dan sesuatu itu berhubungan dengan dekorasi rumah maka pilih yang benar-benar bermanfaat.  Disaat kita memilih kecocokan untuk mendapatkan bentuk apa yang cocok untuk dekorasi rumah ini, pikiran kita yang bekerja. Dia memilah dari hasil apa yang kita lihat. Dari penglihatan dihantarkan keotak untuk diproses mana yang bagus dalam menghiasi ruangan pada rumah kita. Kinerja otak sangatlah cepat dalam melakukan aktifitasnya berfikir sehingga ide yang disalurkan secara spontan pula muncul begitu saja dan menghasilkan pilihan yang tepat untuk memutuskan sesuatu itu. Dan dalam pemilihan bahan dekorasi pikiran pasti memilih bentuk yang akan memberikan nilai plus pada ruangan rumah anda. Dan pasti yang muslim pikiran itu tertuju pada kaligrafi.

Dekorasi ruang yang berisi kaligrafi akan memberikan nilai lebih pada pemilik rumah dan  rumah itu sendiri. Karena pikiran sudah dilakukan pengerjaannya secara matang dalam meikirkan itu. Kaligrafi yang sebagai dekorasi rumah akan mengenalkan keseseorang bahwa pemilik rumah adalah orang yang religius sehingga para tamu atau pengunjung lebih sopan, ramah dan sangat menjaga etika saaat berada dirumah tersebut. Itu yang telah dipikirkan oleh pikiran kita saat kita menginginkan perubahan hiasan dekorasi pada rumah kita.

Ayat Kursi 117 x 64 x 4 cm

Ayat Kursi 117 x 64 x 4 cm

Pedoman Manusia yang Harus di Pegang Erat

Ayat suci al Qur’an akan mengarahkan kita semua umat manusia terutama orang islam dalam pandangan hidup di dunia maupun dia khirat. Karena isi dari Al Qur’an adalah panutan atau pedoman semua umat. Bagi siapa yang tidak memegang teguh ke dua yang tinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW maka akan tersesat selama-lamanya dalam jurang kegelapan. Nsmun kalau kita sydah mau memegang ke dua pedoman peninggalan Nabi, hidup akan menjadi mudah bahagia dunia maupun akhrat. Itulah janji-NYA, dan jangan kamu ingkari janji itu.

Janji Allah kepada manusia itu sudah pasti haknya, tidak mungkin akan dilupakan janji yang telah di katakan untuk kita semua, asal kita sebagai umat yang baik harus bisa melakukan kebajikan. Kebajikan yang harus tertanam juga telah diajarkan di ayat-ayat tadi yang bisa memberikan kontribusi menjadikan hal yang begitu indah terhadap kehidupan kita. Jangan pernah remehkan hal kecil dari isi Al Qur’an dan Hadist itu.

Sekarang banyak orang yang lupa akan kodratnya sebagai makhluk hidup yang taat harus selalu dijalan yang benar yang selallu melakukan penyembahan sebagai hamba yang beriman, namun semua itu telah mulai pudar karena banyaknya kesibukan akan dunia dan lupa akan akhirat. Bagaimana harus mengembalikan kejayaan peradaban islam seperti dahulu lagi yang penuh dengan keimanan, ketaqwaan dan berakhlaq karimah. Hanya yang bisa dengan membuka hati mereka, mengajarkan kembali kajelan yang lurus menunjukkan pedoman hidup yang sesuangguhanya sebagai manusia itu sangat diperlukan.

Mereka telah lupa bagaimana menghormati Allah, berkomunikasi dengan Allah dan melakukan perilaku seperti tuntunan nabi yang telah diabadikan diaajarkan melewati hadist dan para ulama’. Mereka lupa akn arti kehidupan yang sesungguhnya, sangat memperhatinkan sekali. Tidaklah mudah kita mengajak mereka kembali ke jlan yang benar jika kita tidak sungguh-sungguh dalam menuntun dan bersabar menghadapi mereka yang lupa.

Al qur’an dan hadist ini akan mengajarkan kita kembali ke tempat yang seharusnya kita berjalan dengan benar. Itu bukan hanya pernyataan Nabi agung Muhammad SAW saja dalam ceramahnya yang terakhir, namun juga janji ALLAH SWT. Tidak ada pedoman lain yang bisa menuntun dan mengajak kedalam kebahagian selain dengan kedua hal yang ditinggal yaitu Al Qur’an dan Hadist.
Mari kita semua kembali kejalan yang benar yang di anjurkan oleh Allah dan Nabi-NYA yang sudah tertera pasti dalam kitab suci al Qur’an. Janganlah kita di belokkan oleh syaitan yang durjana ke dalam lembah gelap nan penuh dengan kebohongan. Jangan hanya kesenangan saja yang diaharapkan, namun raihlan kebahagian yang abadi dunia maupun diakhirat sesuai tuntunan agama islam yang baik. Menjadi orang yang beriman, berakhlak mulia serta bertaqwa terhadap ALLAH SWT.

Banggakan diri ini dengan ilmu yang bisa menghadap Tuhan dengan senyum dan keceriaan. Pintu surga buka dengan bimbingan kebaikan. Dengan mengikat penuh dengan Al Qur’an dan hadist kita juga tidak gampang dibelokan orang-orang kafir yang ingin menghancurkan islam dari dalam. Jika tidak faham persis tentang isi dari pedoman kita sendiri sangatlah gampang untuk emnghancurkan diri kita.

Ayo semua mulai dari sekarang rubah hidup kita untuk emnjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Hanya diri kita sendiri yang bisa menyelamatkan untuk masa dengan kita masing-masing. Jika bukan sekarang kapan lagi kita akan menjadi orang yang bisa dibanggakan Allah SWT kelak.

Qs An-Nas 78 x 78 x 4 cm

Qs An-Nas 78 x 78 x 4 cm

Qs Al-Kautsar 57 x 77 x 4 cm Jati

Qs Al-Kautsar 57 x 77 x 4 cm Jati

Kaligrafi Ukir Jepara

Jepara memang sudah menjadi khasnya bahwa ukiran itu terkenal di jepara, apalagi ukiran kayu sangat mengena sekali famousnya terhadap masyakat luar maupun manca negara. Ingin saya kami ketahui siapa orang yang tak mengenal hasil karya ukir dari anak-anak orang jepara. Karena sudah melekatnya ketrampilan itu pada masyarakat jepara, samapai kemanapun jikla orang yang ingin bergelut dibidang perukiran orang jepara yang akan di ajukan untuk melakukan desain dan penggarapannya. Pengerjaannya sangat halus dan penuh ketelitian, karena memang tangan mereka sudah terlatih dan terancang untuk menjadi pengukir sejati.

Ukiran juga bukan dituangkan pada satu satu media saja di sini tetapi berbagai media. Saat ukiran bisa dikenakan pada patung, furniture, decoration dan salah satu pada dekorasi ini adalah kaligrafi. Dalam pembuatan kaligrafi sendiri pengukiran sangat tekun pembuatannya. Dibuat semenarik meu ngkin seindah mungkin dan sebetul mungkin. Tidak mungkin juga jika sebuah kaligrafi dengan tulisan arab dibuat tanpa ketelitian dan kebenaran hasilnya akan berantakan akan menghasilkan sebuah kaligrafi berantakan sekali pada setiap hurufnya.

Kaligrafi ukir dari jepara telah menjadi incaran para pengoleksi hiasan seni para islamic yuntuk menambah keindahan rumah dan keimanan mereka. Dan dilihat dari sisi manapun kaligrafi hasil ukiran jepara ini tidak banding dari kaligrafi diseluruh ini. Kaligrafi yang dibuat dalam lempengan kayu tebal yang dibobok kemudian dipahat dengan sangat hati-hati sekali agar tercipta sebuah kaligrafi yang menakjubkan.

Jual Kaligrafi Ukir

Qs Al-Fatihah 107 x 77 x 4 cm Jati

Qs Al-Fatihah 107 x 77 x 4 cm Jati

Penjualan kaligrafi ukir yang meroket dan banyak peminat ini, para pembisnis toko dan showroom mebel tidak mau ketinggalan juga dengan kesempatan ini. Meraka segera membuka toko kaligrafi dan mencari tempat yang strategis untuk memudahkan penjualan mereka. Bisa dilihta dari google trand juga bahwa setiap tahunnya kaligrafi meningkat penjualannya. Pembeli itu saja yang terlihat dari sifat On line belum tercatat yang Off line, jadi semakin besar sekali yang mengejar-kejar kaligrafi untuk keinginan para konsumen. Kemajuan kaligrafi ukir karena masyarakat telah sadar akan kebutuhan jasmani dan rohani mereka saat ini yang mulai terlupakan.

Kebanjiran job para pengrajin dalam pembuatan kaligrafi dan para penjual juga kebanjiran pelanggan untuk membeli kaligrafi itu. Sebelum anda ketinggalan mendapatkan kaligrafi-kaligrafi ukir yang indah nan menawan segera kunjungi website toko on line kaligrafi maupun toko mebel kaligrafi terdekat. Semakin cepat semakin bagus.

Harga Kaligrafi Ukir

Qs An-Nas Motif Perahu 107 x 77 x 4 cm Jati

Qs An-Nas Motif Perahu 107 x 77 x 4 cm Jati

Untuk harga sendiri, kaligrafi ukir sangat terjangkau sesuai dengan kondisi keuangan kantong anda. And tidak perlu harus merogoh terlalu dalam dan melihat berapa isi dalam dompet anda. Harga sangat bersahabat sekali kaligrafi ukir ini. Dengan harga yang cukup memuaskan sekali sesuai dengan khasil kualitas produk yang ditawarkan. Tidak akan ada rasa kecewa setelah membeli kaligrafi ukir ini. Anda pasti akan terhibur oleh semua yang dimilki kaligrafi ukir tersebut. Dengan membeli kaligrafi anda sudah mendapatkan beberapa keuntungan kok, dari keungtungan harga murah, kualitas bagus, ruangan indah, hatipun menjadi lebih tetram dan berbinar-binar.

Strategi penjualan Toko furniture kaligrafi

Kaligrafi Bismillah

Kaligrafi Bismillah

Toko-toko sekarang telah berkembang untuk menjajakan segala yang diperlukan oleh masyarakat. Toko merupakan tempat diman kebutuhan manusia akan terpenuhi. Kenapa saya bilang begitu karena toko itu berbagai jenis apapun yang bisa kita inginkan. Toko menyediakan barang-brang keperluan dari yang ringan samapai berat, yang kecil sampai yang besar tergantung pada pilihan saja. Disetiap toko yang berbeda juga penjualannya berbeda pula, tergantung yang disediakan. Jika ingin pakaian maka cari toko pakaian, jika ingin bangunan maka ke toko bangan dan sebagainya.

Toko yang akan kita bahas kali ini ada toko furniture, dari toko furniture ini juga memiliki berbagai jenis bahan yang diperjual belikan dari meja kursi, sofa almari, dipan sampai hiasan dinding. Dari hiasan dinding pula ada yang nuansa alam ada yang kaligrafi. Dan yang bersifat kaligrafi yang paling laris dalam pencariaannya. Toko-toko yang mengisi kaligrafi ini akan menjadikan bentuk keberuntungan memanggil para pelanggan untuk mendapatkan kaligrafi tersebut. ditto itu kaligrafi dipajang seakan meningkatkakn keindahan bentuk ruang dan interiornya.

Dari pemasangan yang tepat di toko atau souroom furniture kaligrafi ini akan menambah minat konsumen untuk melakukan pembeli. Dari bentuk itu karena menunjukan sebuah strategi penjualan tentang produk dan layanan. Termasuk prodauk kaligrafi yang ditempatkan pada letak yang cantik akan menjadi daya tarik bagaimana penaruhan yang tepat diruang rumah mereka. Gaya penempatan itu akan menjadikan motivasi bagi pencinta kaligrafi.

Sebuah strategi dalam melakukan penjualan sangatlah diperlukan para pemilik toko furniture ini. Karena tidak sedikit pesaing yang juge bergelut dibidang ini. Mereka juga berlomba-lomba bagaimana agar kaligrafi yang mereka jual segera mendapat ruang di hati para konsumen. Maka strategi mereka bagaimana menarik sebuah konsumen itu. Strategi disetiap pembisnis kaligrafi ini pasti juga berbeda –beda dalam pengaplikasiannya. Toko yang satu dengan toko yang lain pasti akan mengunggulkan apa saja yang bisa dijadikan faktor penentu keberhasilan menarik pelanggan itu.

Pelanggan akan tertarik bila mana disebuah toko kaligrafi itu menampilkan hal yang unik, menarik dan sesuatu yang lain yang bisa membuat sang konsumen menjadi respek untuk membeli. Karena toko-toko kaligrafi sangatlah banyak akan banyak pertimbangan pelanggan dalam melakukan pembelian dimana toko itu yang memberikan faktor terbaik bagi konsumen.

Strategi promosi Kaligrafi

kaligrafi Tahlil Bulu

kaligrafi Tahlil Bulu

Kaligrafi memang cukup hits saat ini, sehingga sangat asik jika diperbincangkan bagaimana harus menawarkannya kepada pelanggan. Pembicaraan tentang kaligrafi juga bukan sekali dua kali diperdengarkan di telinga masyarakat tentang bagusnya interior yang berisi kaligrafi. Untuk itu kita harus menengaok ke lapangan bagaimana yang diperlukan masyarakat akan kesenangan memilki hiasan yang diharapkan. Dan bagaimana bentuk maupun cover luar yang bisa menarik kecintaan terhadap kaligrafi. Apakah kualitasnya saja atau desain yang beragam yang bisa mengakibatkan pelanggan berboyong-bonyang melakukan pembelian hiasan dinding tersebut.

Kaligrafi yang tak kalah pula dalam hal dresain yang bisa dibentuk bagaimana saja bisa juga menyerukan hiasan dinding biasa. Dengan melakukan strategi promosi kaligrafi akan menambah pengenalan ke konsumen bahwa inilah produk kaligrafi yang bisa juga sama dengan hiasan dinding rumah anda, malahan lebih berseni. Promosi akan lebih bisa mengenalkan kaligrafi lebih dekat dengan konsumen, bentuk, desain , kualitas dan isi yang akan diberikan kaligrafi untuk konsumen. Jadi strategi ini sangat penting dalam menigkatkan penjualan penjualan kaligrafi.

.

Berenovasi Dalam Kehidupan Kaligrafi Ukir

Asmaul Khusna 115 x 115 x 4 Jati

Asmaul Khusna 115 x 115 x 4 Jati

Tak hentinya untuk melakukan inovasi untuk memperbaharui segala yang ada pada desain kayu berukit tersebut. Karena semakin hari harus pebuh perubahan seiring jalannya waktu dan zaman. Tidak ingin ketinggalan dalam menampilkan hasil karya-karya yang bermutu tinggi. Bagi kami seorang pengrajin kaligrafi ukir yang tebuat dari kayu harus senantiasa bergulat dengan pemintaan konsumen terhadap kaligrafi yang beraneka, sehingga tidak terlihat itu-itu saja terhadap desain kaligrafinya. Seakan monoton dan tidak menarik lagi gaya dan model dari kaligrafi yang sudah-sudah. Namun jika para penghandal seni kaligrafi ini telah mengikiskan lengan baju mereka, sebuah karya seni baru kaligrafi ukiran kayu ini akan tercipta dengan desain yang lebih mengagumkan lagi.

Inoasi demi inovasi dikembangkan ini hanya untuk menyenangkan keinginan manusia yang semakin glamor akan kebuyuhan di dunia,. Namun bagi kami yang telah banyak mempelajari agama walau tak sepenuhnya benar. Hiasan dekorasi interior kaligrafi ini dibuat tidah hanya untuk mengindahkan suatu dimensi luar saja yang terlihat yaitu pada ruangan-ruangan yang terpampang oleh kaligrafi tersebut, tetapi dengan penciptaan kaligrafi terbaru juga mengikat mengindahkan sebuah ketenangan dan ketentraman hati pemilik dan pengagum kaligrafi.

Kaligrafi akan menjadikan sebuah rungan yang biasa menjadi luar biasa, pancaran kehangatan dan ketenangan memasuki setiap sudut ruang keceriaan yang dihadirkan dari keindahan kaligrafi ukir tersebut. Renungan hatipun tersurat disetiap heningan waktu dan jiwa saat kali terlihat jelas makna dan arti dari kaligrafi itu. Mereka teringat kembali kisah saat masa kecil tentang pentingnya kejalan Illahi. Saat ini hanya dunia yang mereka pentingkan sehingga mereka lupa dengan keindahan ke depan, namun dengan kaligrafi kesadaran untuk memulai kembali kisah masa kecil tertanam didalam hati. Kisah dimana harus selalu patuh dengan perintah dan menjauhi larangan-NYA. Hebatnya kaligrafi yang menjadikan pengingat mereka kelak. Karena saat mereka lupa dengan bacaan suci, mereka tidak melihat tulisan arab kecil yang sudah disimpan rapi entah dimana. Namun saat sebuah hiasan kaligrafi ukir di tempelkan, bukan saja pemandangan yang memancar namun cahaya peringatan pula.

Merasakan Indahnya Kaligrafi

Ayat Kursi 78 x 78 x 4 cm Jati 3

Ayat Kursi 78 x 78 x 4 cm Jati 3

Tersirat dengan senyum manis diwajah dengan memberikan sebuah pengertian bahwa disini akan menanamkan keindahan rohani dan lahiriyah dengan adanya klaigrafi. Banyak orang sudah terkagum-kagum dengan yang dimilki oleh kaligrafi. Kecocokan interior ini sangat berarti. Lihat saja diman mereka ditempatkan tetap menampilkan keindahannya. Di rumah, toko dan apalagi jika di masjid sangat sesuai sekali.

Sekarang peningkatan penjualan kaligrafi begitu dragtis dilihat dari google trend sendiri 3 tahun terakhir selalu naik pencarian dan permintaannya. Kerena mereka tahu apa yang sedang mereka butuhkan di zaman yang semakin pelik ini. Dan toko furniture pula sudah memulai benyak mengisi galeri mereka dengan hiasan rohani salah satu ini. Semua kalangan sudah sadar pentingnya keimanan dan keindahan yang menyatu jadi satu dalam satu tujuan desain. Sehingga bukan lain kalau buka lewat kaligrafi anda sudah bisa mengetahui bagaiman kualitas dan sebuah seni yang indah yang tergabung satu bentuk. Silahkan anda menengok sendiri ke toko-toko atau showroom terdekat untuk mendapatkan salah satu koleksi dari kaligrafi ini.

Terjadinya Kaligrafi Ukir

Ayat Kursi Allah 78 x 78 x 4 cm Jati

Ayat Kursi Allah 78 x 78 x 4 cm Jati

Ukiran merupan suatu seni yang turun temurun sudah diperhadiahkan ke generasi-generasi penerus bangsa sebagai warisan dan hiasan kebudayaan indonesia. Karya seni disuatu pahatan yang diserupan keindahan dasar yang keras dan kasar dibuat dalam pola-pola berhiaskan perubahan bentuk yang penuh irama dalam setiap detailnya. Desain dengan goresan teratur dan abstrak bertatahkan serutan yang mengelupas terjadi sebuah ukiran yang cantik. Ukiran bisa saja dituangkan pada media apa saja sesuai yang kita ingin. Jika ukiran itu bersifat datar makan ukiran tersebut bisa dibuat diatas sebuah kanvas kertas, kulit dan tempat lain yang memuliki media tipis, namun saat sebuah ukiran dinginkan dalam pesona timbul maka media dasar yang digunakan antara lain kayu, lempeng besi dan batu. Media media tersebut yang akan membantu anda memberikan efek 2 D pada hasil yang diterima.

Ukiran yantg dibentuk dari sebuah media yang diinginkan pula akan memberikan alat yang berbeda pula dalam penggunaannya. Jika pada kanvas dan kulit atal yang digunakan adalah kuas dan pensil saja, namun saat sebuah bahan dasar yang digunakan lebih kasar makan alatnya juga khusus tidak sembarangan. Karena dalam hasil yang bagus makan perlu alat yang bisa menghasilkan sesuatu itu juga menjadi lebih bagus, dan bagi pembuatnya juga tidak sembarang orang yang bisa mengukir secara 3 dimensi, karena perlu keahlian khusus. Hanya orang-orang yang mempunyai tangan rofesional yang bisa membuat sebuah desain menarik, unik dan juga mengagumkan.

Diantara ukiran yang bisa dibuat adalah kaligrafi. Kaligrafi yang berawal hanya sebagai tulisan indah namun sekarang tulisan indah yang dikanvas menjadi tulisan indah yang berukir. Dan kaligrafi yang menjadi banyak minat adalah kaligrafi arab. Kaligrafi ukir hasil pepaduan para ahli seni yaitu seni ukir pahat dan seni tulus arab indah yang digabungkan dalam menjadikan tulisan arab berukir. Ukiran yang halus besrsama tulisan arab yang indah menjadikan sebuah nilai yang tak sebanding dengan apapun.

Kaligrafi ukir menjadi ciri khas sekarang dalam perkembangan zamannya. Menjadi tipa generasi mencintai krya yang terbuat. Hadiah yang menawan yang bisa diberikan sebagai souvenir buatan tangan yang sangat beharga dari yang lainnya.

Pembuatan Kaligrafi ukir kayu

Kaligrafi ukir yang timbul sangat banyak jenisnya. Ada yang dari kayu, timah, metal dan yang lain. Namun saat dilihat hasil dan kualitasnya ternyata yang lebih berkelas adalah kaligrafi ukir yang terbuat dari kayu. Ada bisa melihat sendiri disetiap toko penjualan kaligrafi . anda dapat membedakan yang mana saja bentuk kaligrafi yang sangat indah dari segi bahan, dan mana dari jenis kaligrafi ukir ini yang paling lau. Banyak orang akan mengatakan bahwa kaligrafi ukir kayu yang sangat indah dan sangat laku di pasarnya.

Kaligrafi ukir kayu mejadi kaligrafi yang terasa hangat dan alami. Kehangatannya di teliti dari jenis kayu yang dibuta model natural yang sangat enka dalam pandangan kita dan terasa sekali kealamian disetiap detail yang berisi ayat-ayat sucoi Al Qur’an tersebut. Kaligrafi kayu juga bisa dilihat secara t3 dimensi dari sudaut manapun yang bisa dinikmati dan ketimbulan dari detail-detai kaligrafi terlihat betul.

Kayu-kayu yang digunakan juga bukan kayu yang sembarang bisa dipakai langsung, tetapi menggunkan beberapa tahapan yang menghasilkan bentuk kaligrafi yang megah tersebut. Dapat memilki diantara kaligrafi-kaligrafi tersebut akan menjadikan kebanggan tersendiri pastinya bagi kita semua.

Masalah Sejarawan Seni Kaligrafi

Seni-sejarah metode katalog dan mengkategorikan seni di bawah berbeda “gaya”, didefinisikan dalam hal karakteristik formal, dan menjelaskan “evolusi” atau “pembangunan” dari masing-masing gaya, dengan menelusuri setiap form ke asalnya, sumber atau prekursor atau yang sosial, ekonomi dan lainnya penentu lingkungan. Dengan demikian “Seni Islam” diperlakukan sebagai gaya ditandai dengan unsur-unsur seperti geometri, bentuk non-figuratif atau abstrak yang seharusnya “berevolusi” untuk menghindari larangan terhadap representasi bentuk bernyawa, atau “vaccui horor” pengembara gurun . Atau, “Seni Islam” adalah baik ditolak pengakuan sebagai “Seni” dengan alasan bahwa itu tidak memenuhi kriteria orisinalitas, dan ekspresi kreatif dari seniman individual, dan diklasifikasikan sebagai “kerajinan” atau lebih rendah, diterapkan, industri atau “seni berguna”, atau ditolak sebagai kategori tunggal karena ada banyak kesamaan antara produksi secara luas bervariasi dalam ruang dan waktu, dan karena semua unsur masing-masing gaya daerah dapat ditelusuri ke sumber-sumber non-Islam.

Allah

Allah

Masalah Praktisi Kontemporer

Mengingat definisi modern “Art”, yang “pengrajin” tradisional mencari penerimaan dan pengakuan sebagai “artis” dengan “modernisasi seni Islam”, mendistorsi bentuk-bentuk tradisional dan menggabungkan bentuk-bentuk baru untuk menunjukkan orisinalitas, kebaruan, ekspresi kreatif, sedangkan moderen “artis” mencari legitimasi di mata-Nya seagama dengan “Islamicising seni modern”, dengan memasukkan beberapa motif tradisional, seperti pola geometris dan kaligrafi.

Efek dalam kedua kasus adalah untuk mendevaluasi tradisi dan memuliakan modernisme. Hal ini sendiri tidak akan luar biasa kalau bukan karena gunung tumbuh bukti bahwa krisis lingkungan global saat ini sebagian besar merupakan konsekuensi langsung dari paradigma pembangunan modern yang didasarkan pada ilmu material, teknologi dan industri dan langkah-langkah “kemajuan” dalam hal perolehan harta benda dan keuntungan yg mengingatkan.

[1] Pengantar Dr Martin Lings, Kitab Puisi, di mana ia menyatakan bahwa kreativitas seni sejati membutuhkan tindakan Roh. Dalam tradisi Yunani fungsi ini disebut Apollo dewa cahaya dan merenung kemudian aspek lebih lanjut dari fungsi yang sama. Dalam konteks ini adalah lebih benar untuk mengatakan bahwa Apollo bukanlah dewa cahaya tapi cahaya Allah.

[2] Kesukaan salah kami dan keinginan yang tidak buruk dalam diri mereka sendiri tetapi buruk ketika lampiran untuk apa pun adalah untuk ‘hal dalam dirinya sendiri melalui kebutaan untuk pola dasar atau gairah atau keinginan sendiri menjadi’ tuhan ‘yaitu wakil.