Arsip Kategori: Kaligrafi Islam

Keajaiban Kitab Suci Al Qur’an Semesta Alam

Al Qur’an merupakan sebuah firman Allah yang di isiya mengandung begitu banyak sekali sisi kemukjizatan yang membuktikan kenyataan-kenyataan. Diantaranya yaitu fakta bahwa beberapa hasil penemuan ilmiah yang hanya bisa di ungkapkan dengan teknologi pada saat itu, ternyata telah dibuktikan dalam kandungan ini di Al Qur’an kurang lebih pada 1400 tahun lalu. Al Qur’an sebagai kalam Allah SWT, Pencipta segala sesuatu yang ada pada alam ini. Dialah sang Illahi yang ilmu-Nya menyertai segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur’an, 4:82 “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” Tidak hanya tewrhadap kitab suci ini yang bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap bait informasi yang dikandung Al Qur’an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini dari waktu ke waktu.

Namun, Al Qur’an tentu saja bukanlah menjadi kitab tentang ilmu pengetahuan. Tapi, dalam beberapa ayatnya terdapat banyak isi fakta keilmiahan yang menyatakan secara sangat akurat dan benar yang yang baru ditemukan saat-saat ini, namun Al Qur’an sudah menjelaskannya terlebih dahulu tentang penemuan tersebut pada awal penurunan Al qur’an. Bukti-bukti ini belum dapat diketahui di masa Al Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur’an merupakan firman Allah.

Keajaiban Ilmu ilmiah dengan Al Qur’an

Antara Al-Qur’an &Astronomi

Begitu banyak fakta yang menerangkan tentang ini, misalnya penciptaan alam semesta dari ketiadaan, melebarnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tat kala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (21:33, Al Qur’an)

dikatakan jupa pada ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:.
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (36:38, Al Qur’an)

Fakta-fakta yang dinyatakan dalam Al Qur’an ini sesuai dengan beberapa hasil yang telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman sekarang. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berputas menempuh jarak sama. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:
“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (51:7, Al Qur’an)

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan diabad dulu silam di saat ilmu astronomi masih tertertinggal dalam mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (51:47, Al Qur’an)

Persamaan Al-Qur’an & Planet bumi

Banyak fakta ilmiah apalagi berhubungan hal ini, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis sebuah gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur’an.

Bentuk Bulat Bumi

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (39:5, Al Qur’an)

Di Al Qur’an, ayat-ayat yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Contoh keduanya yaitu:

Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur’an, mengacu pada fungsi “mengembalikan” yang dimiliki langit. “Demi langit yang mengandung hujan.” (86:11, Al Qur’an)

Kata yang ditafsirkan sebagai “mengandung hujan” dalam terjemahan Al Qur’an ini juga bermakna “mengirim kembali” atau “mengembalikan”. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi “pengembalian” dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.

Informasi mengenai Peristiwa masa depan dalam Al-Qur’an. Allah mengisahkan dalam Al Qur’an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.

Persatuan Ilmu Al-Quran &Fisika

Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al Qur’an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.

Kesamaan Al-Qur’an &Biologi

Al Qur’an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.

Kaligrafi Al Fatihah

Kaligrafi Al Fatihah

Kaligrafi Sebagai Manifestasi Seni Dalam Islam

Kaligrafi merupakan seni tulis indah atau bisa disebut pula kelihaian dalam mempuat pola tulisan menarik. Kaligrafi menjadikan wujud keindahanyang diselimuti nilai-nilai spiritual yang memberikan efek ketenangan, keindahan dan keceriaan. Sedangkan keindahan sendiri mendatangkan kehandalan seni dan karya manusia. Kaligrafi dalam bahasa Arab yang disebut dengan al khath juga merupakan identitas, sarana ibadah dan materi renungan sebagai pesan-pesan Illahi.

Kaligrafi sebagai identitas dalam islam karena saat ini kaligrafi identik dengan hasil karya seni yang bernilai islami, sebab karya utama dari karya desain gambar ini adalah ayat-ayat yang berasal dari qauliyyah Ilahiyyah dan al hadits nabawiyyah disamping itu pula untaian hikmah didapat dari berbahasa Arab. Sementara itu kaligrafi juga disebut sebagai sarana dalam ibadah yaitu adanya motifasi terselubung dari sebuah kaligrafi itu sendiri yang memunculkan kaligrafer ataupun para penikmatnya untuk lebih “memahami” pesan-pesan Ilahi yang termaktub dalam tulisan arab indah tersebut.

Seorang kaligrafer kawakan Indonesia mengatakan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang sangat revolusioner itu mempunyai peran andil dalam perkembangan kaligrafi. Ayat-ayat Iqra’ itulah awalan surat yang diturunkan dan menjadil awal kebangkitan aksara Arab sehingga turut menghiasi masa kejayaan Islam masa lampau hingga saat ini. Dengan adanya keajaiban tersebut, kaligrafi Islam tidak hanya bernilai artistik, tapi juga transcenter secara makna. Keindahannya berbaur dengan nilai-nilai spiritual.

Sebagai karya dari seni islam kaligrafi adalah suatu hasil kesenian yang terus berkembang sehingga mencapai tangga tertinggi terkenalnya melebihi berbagai seni Islam lainnya. Bahkan, jika dibandingkan dengan bentuk jenis seni islam lainnya, kaligrafi Arab tetap menduduki deretan puncak yang tidak pernah dicapai oleh seni tulis mana pun di dunia ini.

Dalam dunia perkembangan Islam, kaligrafi memiliki hubungan timbal yang erat dan tak mungkin dipisahkan. Sebelumnya Ibnu Khaldun pernah mencatat dalam Muqaddimahnya bahwa kaligrafi juga bergantung kepada eksistensi peradaban yang menaunginya. Sebagai realnya ketika kerajaan Islam mulai lemah dan luntur, maka kemahiran dalam menulis kaligrafi juga mulai surut. Pada masa berikutnya, kaligrafi terus mengalami inovasi yang sangat pesat baik dari desain ragamnya, cara penulisannya, sampai pada inovasi model dan visualisasinya mulai dari model klasik sampai kontemporer modern yang dipengaruhi oleh karya seni lain. kenyataannya membuat kaligrafi Arab memilik daya tarik tersendiri sehingga menarik perhatian kaum umum secara luas untuk mendalami dan mengkajinya baik itu oleh praktisi kaligrafi itu sendiri maupun mereka yang berada diluar pemahaman dari kaligrafi tersebut.

Tetapi kebanyakan para pendalaman kaligrafi itu lebih menseriusi pada kaligrafi sebagai ekspresi kesenian tulis-menulis indah secara praktis sebagai sebuah keahlian. Yang menjadi sasaran adalah memperkenalkan kaedah-kaedah penulisan arab dan teori pelatihan sesuai dengan kaidah bahasa arab sehingga tidak menyalahi aturan. Sebagian besar dari buku-buku kajian kaligrafi mengambil refensi utama dari kitab-kitab yang memuat kaidah-kaidah tulisan Arab contohnya karya Hasyim Muhammad al Khaththath, Qawa’id al Khath al ‘Araby dari Baghdad, 1961. Atau juga jika tidak, mereka banyak mendesain tulisan kaligrafi dari aspek sejarah dengan menampilkan para tokoh-tokoh yang berpengaruh pada zaman itu. Dan sangat jarang hasil kajian yang membahas kaligrafi dari aspek filosofis dan wacana kebudayaan Islam yang aktual dan empiris.

Menyampingkan dari deskripsi di atas, kaligrafer berusaha memfokuskan desain pada kajian kaligrafi sebagai manifestasi seni Islam dengan menelusuri peran penting kaligrafi dalam sejarah peradaban Islam. Dalam penulisan desain ini, untuk efisiensi pembahasan, sengaja penulis tidak akan banyak menyinggung kaligrafi dari aspek historis kemunculannya (asal muasalnya) ataupun aspek skill praktis dan perkembangan perubahan gaya, corak serta jenisnya, tapi lebih pada motivasi perkembangan kaligrafi dalam peradaban Islam terutama pascapewahyuan (diturunkannya al Qur’an).

Kaligrafi surat Al Ikhlas

Kaligrafi surat Al Ikhlas

1. Penyebutan istilah kaligrafi di paper ini dimaksudkan untuk kaligrafi Arab/Islam (al khath al raby), kecuali ada penambahan kata-kata tertentu yang ditujukan untuk maksud tertentu pula, exp. Kaligrafi China, kaligrafi Jepang, dll.
2. Rubrik Sukses, Majalah GONTOR, Jakarta, Edisi 05 Tahun I, Rajab 1424H/September 2003M, hlm 57.
3. Lihat QS. al Alaq ; 1- 5 dan al Qalam ;1
4. Ibnu Khaldun, Muqaddimah, Mesir, Musthafa Muhammad, tth, Vol. I, hlm 420.
5. Selain Hasyim Muhammad al khaththath, para penulis buku senada adalah Hassan Massoud, Al Khath al ‘Araby (Caligraphie arabe Vivante) (Paris,1981), dan di Indonesia banyak bermunculan buku-buku praktis semacam ini yang diantaranya ditulis oleh Sirojuddin, Pelajaran Kaligrafi Islam, (Jakarta, 1985), Serial Belajar Kaligrafi, (1991-1997, delapan jilid), Abdul Karim Husein, Tuntunan Menulis Huruf Halus Arab, (Jakarta, 1970), Misbahul Munir, Pelajaran Menulis Indah Huruf Arab, (Surabaya, dua jilid), Dede Nuruzzaman, Kalgrafi dan Tahsinul Khat, (1987, dua jilid), Muthalib Alfasiry, Qiwaamul Khath,,(Jepara, dua jilid), Mausu’ah al Khathathin, (Jepara), Ulul Aufa, Belajar Kaligrafi, (Kudus), dan lain sebagainya.
6. Disamping Ibnu Khaldun dengan Muqaddimahnya, penulis lain diantaranya adalah Yasin Hamid safadi, Islamic Calligraphy, (London, 1978), Ismail Roji’ al Faruqi dan Lois Lamya al Faruqi, The Cultural Atlas of Islam, (New York, 1986), Kamil Al Baba, Ruh al Khat al ‘araby, (Beirut, 1983), dan D. Sirojuddin AR, Seni Kaligrafi Islam, (Jakarta, 1985).
7. Manifestasi berati pembuktian, pernyataan perwujudan dan pengejawentahan. Lihat Pius A. Partanto dan M. Dahlan al Barry, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya, Arkola, 1994, hlm. 435.

Pedoman Manusia yang Harus di Pegang Erat

Ayat suci al Qur’an akan mengarahkan kita semua umat manusia terutama orang islam dalam pandangan hidup di dunia maupun dia khirat. Karena isi dari Al Qur’an adalah panutan atau pedoman semua umat. Bagi siapa yang tidak memegang teguh ke dua yang tinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW maka akan tersesat selama-lamanya dalam jurang kegelapan. Nsmun kalau kita sydah mau memegang ke dua pedoman peninggalan Nabi, hidup akan menjadi mudah bahagia dunia maupun akhrat. Itulah janji-NYA, dan jangan kamu ingkari janji itu.

Janji Allah kepada manusia itu sudah pasti haknya, tidak mungkin akan dilupakan janji yang telah di katakan untuk kita semua, asal kita sebagai umat yang baik harus bisa melakukan kebajikan. Kebajikan yang harus tertanam juga telah diajarkan di ayat-ayat tadi yang bisa memberikan kontribusi menjadikan hal yang begitu indah terhadap kehidupan kita. Jangan pernah remehkan hal kecil dari isi Al Qur’an dan Hadist itu.

Sekarang banyak orang yang lupa akan kodratnya sebagai makhluk hidup yang taat harus selalu dijalan yang benar yang selallu melakukan penyembahan sebagai hamba yang beriman, namun semua itu telah mulai pudar karena banyaknya kesibukan akan dunia dan lupa akan akhirat. Bagaimana harus mengembalikan kejayaan peradaban islam seperti dahulu lagi yang penuh dengan keimanan, ketaqwaan dan berakhlaq karimah. Hanya yang bisa dengan membuka hati mereka, mengajarkan kembali kajelan yang lurus menunjukkan pedoman hidup yang sesuangguhanya sebagai manusia itu sangat diperlukan.

Mereka telah lupa bagaimana menghormati Allah, berkomunikasi dengan Allah dan melakukan perilaku seperti tuntunan nabi yang telah diabadikan diaajarkan melewati hadist dan para ulama’. Mereka lupa akn arti kehidupan yang sesungguhnya, sangat memperhatinkan sekali. Tidaklah mudah kita mengajak mereka kembali ke jlan yang benar jika kita tidak sungguh-sungguh dalam menuntun dan bersabar menghadapi mereka yang lupa.

Al qur’an dan hadist ini akan mengajarkan kita kembali ke tempat yang seharusnya kita berjalan dengan benar. Itu bukan hanya pernyataan Nabi agung Muhammad SAW saja dalam ceramahnya yang terakhir, namun juga janji ALLAH SWT. Tidak ada pedoman lain yang bisa menuntun dan mengajak kedalam kebahagian selain dengan kedua hal yang ditinggal yaitu Al Qur’an dan Hadist.
Mari kita semua kembali kejalan yang benar yang di anjurkan oleh Allah dan Nabi-NYA yang sudah tertera pasti dalam kitab suci al Qur’an. Janganlah kita di belokkan oleh syaitan yang durjana ke dalam lembah gelap nan penuh dengan kebohongan. Jangan hanya kesenangan saja yang diaharapkan, namun raihlan kebahagian yang abadi dunia maupun diakhirat sesuai tuntunan agama islam yang baik. Menjadi orang yang beriman, berakhlak mulia serta bertaqwa terhadap ALLAH SWT.

Banggakan diri ini dengan ilmu yang bisa menghadap Tuhan dengan senyum dan keceriaan. Pintu surga buka dengan bimbingan kebaikan. Dengan mengikat penuh dengan Al Qur’an dan hadist kita juga tidak gampang dibelokan orang-orang kafir yang ingin menghancurkan islam dari dalam. Jika tidak faham persis tentang isi dari pedoman kita sendiri sangatlah gampang untuk emnghancurkan diri kita.

Ayo semua mulai dari sekarang rubah hidup kita untuk emnjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Hanya diri kita sendiri yang bisa menyelamatkan untuk masa dengan kita masing-masing. Jika bukan sekarang kapan lagi kita akan menjadi orang yang bisa dibanggakan Allah SWT kelak.

Qs An-Nas 78 x 78 x 4 cm

Qs An-Nas 78 x 78 x 4 cm

Qs Al-Kautsar 57 x 77 x 4 cm Jati

Qs Al-Kautsar 57 x 77 x 4 cm Jati

Strategi penjualan Toko furniture kaligrafi

Kaligrafi Bismillah

Kaligrafi Bismillah

Toko-toko sekarang telah berkembang untuk menjajakan segala yang diperlukan oleh masyarakat. Toko merupakan tempat diman kebutuhan manusia akan terpenuhi. Kenapa saya bilang begitu karena toko itu berbagai jenis apapun yang bisa kita inginkan. Toko menyediakan barang-brang keperluan dari yang ringan samapai berat, yang kecil sampai yang besar tergantung pada pilihan saja. Disetiap toko yang berbeda juga penjualannya berbeda pula, tergantung yang disediakan. Jika ingin pakaian maka cari toko pakaian, jika ingin bangunan maka ke toko bangan dan sebagainya.

Toko yang akan kita bahas kali ini ada toko furniture, dari toko furniture ini juga memiliki berbagai jenis bahan yang diperjual belikan dari meja kursi, sofa almari, dipan sampai hiasan dinding. Dari hiasan dinding pula ada yang nuansa alam ada yang kaligrafi. Dan yang bersifat kaligrafi yang paling laris dalam pencariaannya. Toko-toko yang mengisi kaligrafi ini akan menjadikan bentuk keberuntungan memanggil para pelanggan untuk mendapatkan kaligrafi tersebut. ditto itu kaligrafi dipajang seakan meningkatkakn keindahan bentuk ruang dan interiornya.

Dari pemasangan yang tepat di toko atau souroom furniture kaligrafi ini akan menambah minat konsumen untuk melakukan pembeli. Dari bentuk itu karena menunjukan sebuah strategi penjualan tentang produk dan layanan. Termasuk prodauk kaligrafi yang ditempatkan pada letak yang cantik akan menjadi daya tarik bagaimana penaruhan yang tepat diruang rumah mereka. Gaya penempatan itu akan menjadikan motivasi bagi pencinta kaligrafi.

Sebuah strategi dalam melakukan penjualan sangatlah diperlukan para pemilik toko furniture ini. Karena tidak sedikit pesaing yang juge bergelut dibidang ini. Mereka juga berlomba-lomba bagaimana agar kaligrafi yang mereka jual segera mendapat ruang di hati para konsumen. Maka strategi mereka bagaimana menarik sebuah konsumen itu. Strategi disetiap pembisnis kaligrafi ini pasti juga berbeda –beda dalam pengaplikasiannya. Toko yang satu dengan toko yang lain pasti akan mengunggulkan apa saja yang bisa dijadikan faktor penentu keberhasilan menarik pelanggan itu.

Pelanggan akan tertarik bila mana disebuah toko kaligrafi itu menampilkan hal yang unik, menarik dan sesuatu yang lain yang bisa membuat sang konsumen menjadi respek untuk membeli. Karena toko-toko kaligrafi sangatlah banyak akan banyak pertimbangan pelanggan dalam melakukan pembelian dimana toko itu yang memberikan faktor terbaik bagi konsumen.

Strategi promosi Kaligrafi

kaligrafi Tahlil Bulu

kaligrafi Tahlil Bulu

Kaligrafi memang cukup hits saat ini, sehingga sangat asik jika diperbincangkan bagaimana harus menawarkannya kepada pelanggan. Pembicaraan tentang kaligrafi juga bukan sekali dua kali diperdengarkan di telinga masyarakat tentang bagusnya interior yang berisi kaligrafi. Untuk itu kita harus menengaok ke lapangan bagaimana yang diperlukan masyarakat akan kesenangan memilki hiasan yang diharapkan. Dan bagaimana bentuk maupun cover luar yang bisa menarik kecintaan terhadap kaligrafi. Apakah kualitasnya saja atau desain yang beragam yang bisa mengakibatkan pelanggan berboyong-bonyang melakukan pembelian hiasan dinding tersebut.

Kaligrafi yang tak kalah pula dalam hal dresain yang bisa dibentuk bagaimana saja bisa juga menyerukan hiasan dinding biasa. Dengan melakukan strategi promosi kaligrafi akan menambah pengenalan ke konsumen bahwa inilah produk kaligrafi yang bisa juga sama dengan hiasan dinding rumah anda, malahan lebih berseni. Promosi akan lebih bisa mengenalkan kaligrafi lebih dekat dengan konsumen, bentuk, desain , kualitas dan isi yang akan diberikan kaligrafi untuk konsumen. Jadi strategi ini sangat penting dalam menigkatkan penjualan penjualan kaligrafi.

.

Masalah Sejarawan Seni Kaligrafi

Seni-sejarah metode katalog dan mengkategorikan seni di bawah berbeda “gaya”, didefinisikan dalam hal karakteristik formal, dan menjelaskan “evolusi” atau “pembangunan” dari masing-masing gaya, dengan menelusuri setiap form ke asalnya, sumber atau prekursor atau yang sosial, ekonomi dan lainnya penentu lingkungan. Dengan demikian “Seni Islam” diperlakukan sebagai gaya ditandai dengan unsur-unsur seperti geometri, bentuk non-figuratif atau abstrak yang seharusnya “berevolusi” untuk menghindari larangan terhadap representasi bentuk bernyawa, atau “vaccui horor” pengembara gurun . Atau, “Seni Islam” adalah baik ditolak pengakuan sebagai “Seni” dengan alasan bahwa itu tidak memenuhi kriteria orisinalitas, dan ekspresi kreatif dari seniman individual, dan diklasifikasikan sebagai “kerajinan” atau lebih rendah, diterapkan, industri atau “seni berguna”, atau ditolak sebagai kategori tunggal karena ada banyak kesamaan antara produksi secara luas bervariasi dalam ruang dan waktu, dan karena semua unsur masing-masing gaya daerah dapat ditelusuri ke sumber-sumber non-Islam.

Allah

Allah

Masalah Praktisi Kontemporer

Mengingat definisi modern “Art”, yang “pengrajin” tradisional mencari penerimaan dan pengakuan sebagai “artis” dengan “modernisasi seni Islam”, mendistorsi bentuk-bentuk tradisional dan menggabungkan bentuk-bentuk baru untuk menunjukkan orisinalitas, kebaruan, ekspresi kreatif, sedangkan moderen “artis” mencari legitimasi di mata-Nya seagama dengan “Islamicising seni modern”, dengan memasukkan beberapa motif tradisional, seperti pola geometris dan kaligrafi.

Efek dalam kedua kasus adalah untuk mendevaluasi tradisi dan memuliakan modernisme. Hal ini sendiri tidak akan luar biasa kalau bukan karena gunung tumbuh bukti bahwa krisis lingkungan global saat ini sebagian besar merupakan konsekuensi langsung dari paradigma pembangunan modern yang didasarkan pada ilmu material, teknologi dan industri dan langkah-langkah “kemajuan” dalam hal perolehan harta benda dan keuntungan yg mengingatkan.

[1] Pengantar Dr Martin Lings, Kitab Puisi, di mana ia menyatakan bahwa kreativitas seni sejati membutuhkan tindakan Roh. Dalam tradisi Yunani fungsi ini disebut Apollo dewa cahaya dan merenung kemudian aspek lebih lanjut dari fungsi yang sama. Dalam konteks ini adalah lebih benar untuk mengatakan bahwa Apollo bukanlah dewa cahaya tapi cahaya Allah.

[2] Kesukaan salah kami dan keinginan yang tidak buruk dalam diri mereka sendiri tetapi buruk ketika lampiran untuk apa pun adalah untuk ‘hal dalam dirinya sendiri melalui kebutaan untuk pola dasar atau gairah atau keinginan sendiri menjadi’ tuhan ‘yaitu wakil.

Dengan Kaligrafi Semangat Misi Islam

Kaligrafi dalam Islam mempunyai kedudukan yang istimewa diantara cabang-cabang seni Islam yang lain, dari kaligrafi akan terciptakan seni yang bisa berhubungan tentang bagaimana islam tersatukan. Kaligrafi tidak seperti jenis dari seni Islam yang lain seperti musik dan arsitektur seperti jenis lain dari seni kaligarfi islam ini didalam seni-seni tersebut terselimut beberapa hal yang banyak dipengaruhi oleh gaya-gaya lokal dan sejumah seniman non muslim. kaligrafi mulai mencapai puncak keindahan dan responnya saat bearada di tangan-tangan piawai seniman muslim sepenuhnya, tanpa campur tangan dari pihak lain. Tanpa agama Islam barangkali penulisan huruf Arab tidak akan berarti apa-apa hanya seperti tulisan arab biasa. Perhatian umat Islam terhadap tulisan yang berawal terhadap kalimat-kalimat suci Al-Qur’an. Wahyu Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad adalah sebuah bahasa yang merupakan bahasa Tuhan kepada hamba-Nya. Perhubungan langsung antara tulisan dengan nilai-nilai dan moral keagamaan yang sakral yang membuat umat Islam selalu termotivasi untuk terus mengembangkannya agar banyak yang lebih dalam lagi dalam mengagumi ke Agungan Tuhan. Pandangan ini dipertegas lagi dengan pernyataan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa resmi sebagai bahasa pemersatu para umat Islam. Tulisan Arab menjadi bahasa yang mempunyai fungsi dan status, bukan sekedar sebagai alat pemersatu antar manusia, tetapi juga merupakan tulisan religius yang sakral yang bisa menghubungkan dengan Allah lewat kalimat Arab suci al Qur’an..

Ayat Kursi 117 x 64 x 4 cm

Ayat Kursi 117 x 64 x 4 cm

Kehadiran Islam dengan berbagai model yang dibawanya, telah membawa perubahan yang besar dan cepat pada perkembangan pengenalan tradisi Arab. Ketika orang-orang Arab tengah asyik masyuk dengan tradisi bodoh yang mereka banggakan, wahyu pertama (al-‘Alaq:1-5) yang berisi perintah Tuhan agar membaca, menelaah, menganalisis justru menghentakkan mereka dari tidur panjangnya seolah menjadi “Bumerang” yang menghempaskan idealisme bangsa Arab, sekaligus “proklamasi” kepastian budaya tulis-menulis dalam risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw Wahyu pertama itu segera disusul dengan pengertian lain seperti ‘Tuhanmu yang mengajari manusia dengan pena’. Kemudian dalam surat al-Qalam (Pena) (Q.S: 68: 1) Allah berfirman ; ‘Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis’. Di samping itu, pengertian-pengertian simbolis pentingnya tulisan juga terdapat dalam banyak ayat, misalnya al-Qur’an yang tertulis dalam Lauhul Mahfudz (Q.S. 85:21-22), dua malaikat yang mencatat perbuatan manusia (Q.S. 82: 10, 50: 16), pemberian buku catatan semua perbuatan manusia pada hari akhir kelak (Q.S. 17:73, 10:62, 34:4 dan sebagainya), diumpamakan jika seluruh pohon di bumi dijadikan pena tidak akan cukup menulis kekuasaan Allah (Q.S.31: 27), dan perumpamaan air laut sebagai tinta yang tidak akan cukup untuk menuliskan kekuasaan Allah meskipun ditambah lagi dengan tujuh kali air laut yang ada di bumi (Q.S. 31:27, 18: 109). Semua ayat diatas merupakan penghargaan yang sangat tinggi terhadap pena, tinta, buku, dan tulisan. Dari sini sudah bisa dipahami bahwa kaligrafi atau tulis-menulis keindahan arab tetap mempunyai asal-usul yang langsung dari Allah lewat firman-firman-Nya. Dalam sejarah perkembangan kaligrafi mengisikan nilai-nilai yang dalam al-Qur’an ini menjadi ruh, spirit bagi para kaligrafer untuk terus mencipta dan berkarya. Sehingga penciptaan kaligrafi arab ini sangat beranfaat bagi umat untuk mngenal kembali islam yang sakral.

Asmaul Khusna 190 x 118 x 10 Jati

Asmaul Khusna 190 x 118 x 10 Jati

Misi islam memang menginginkan menjadi sebuah agama yang selalu sejalur menuju kedalam kehidupan yang lebih berarti lagi dari yang sudah. Kaligrafi ini menjadikan umat untuk membangun kekuatan dalam membela agama islam. Dan misi selanjutnya adalah terdapat pada generasi yang selalu berpegang teguh pada pedoman hidup yang di tinggalkan oelh Rosulullah ke umatnya yaitu Al Qur’an dan Al Hadist. Maka dari hasil misi yang dilihat kaligrafi dapat mengukuhkan misi islam tersebut.

Kaligrafi Ukir

Selamat datang di KaligrafiArab.Net

Kami tawarkan kepada Anda Kaligrafi islam dari kayu jati dan mahoni yang diukir secara manual oleh seniman pahat dari Jepara untuk hiasan dinding. Berbagai macam kaligrafi islam dapat Anda temukan disini, sperti tulisan arab Allah, Bismillah, Asmaul Husna, Muhammad, Ayat Kursi, Assalamualaikum, Alhamdulillah, Syahadat, Allahu Akbar, Innalillahiwainnailaihirojiun, Amin, Waalaikumsalam, Subhanallah, Astaghfirullahaladzim, Marhaban Ya Ramadhan, Insya Allah, dan masih banyak lagi.
Kaligrafi ukir kami dikerjakan oleh tukang pahat berpengalaman yang menguasai kaedah menulis khat. Ketelitian dan kerapian adalah hal terpenting dalam pengerjaan ini.

Sesuaikan Kaligrafi Ukir dengan konsep ruangan Anda

Jika model, ukuran dan warna kaligrafi kayu yang kami sediakan tidak sesuai dengan konsep ruangan Anda, Kami siap melayani pesanan sesuai keinginan Anda. Berikan ke kami beberapa photo sudut ruangan yang rencana Anda ingin pajang kaligrafi ukir dan kami akan memberikan solusi terbaik untuk Anda.

Selamat berbelanja.