Arsip Tag: Kaligrafi

Keajaiban Kitab Suci Al Qur’an Semesta Alam

Al Qur’an merupakan sebuah firman Allah yang di isiya mengandung begitu banyak sekali sisi kemukjizatan yang membuktikan kenyataan-kenyataan. Diantaranya yaitu fakta bahwa beberapa hasil penemuan ilmiah yang hanya bisa di ungkapkan dengan teknologi pada saat itu, ternyata telah dibuktikan dalam kandungan ini di Al Qur’an kurang lebih pada 1400 tahun lalu. Al Qur’an sebagai kalam Allah SWT, Pencipta segala sesuatu yang ada pada alam ini. Dialah sang Illahi yang ilmu-Nya menyertai segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur’an, 4:82 “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” Tidak hanya tewrhadap kitab suci ini yang bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap bait informasi yang dikandung Al Qur’an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini dari waktu ke waktu.

Namun, Al Qur’an tentu saja bukanlah menjadi kitab tentang ilmu pengetahuan. Tapi, dalam beberapa ayatnya terdapat banyak isi fakta keilmiahan yang menyatakan secara sangat akurat dan benar yang yang baru ditemukan saat-saat ini, namun Al Qur’an sudah menjelaskannya terlebih dahulu tentang penemuan tersebut pada awal penurunan Al qur’an. Bukti-bukti ini belum dapat diketahui di masa Al Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur’an merupakan firman Allah.

Keajaiban Ilmu ilmiah dengan Al Qur’an

Antara Al-Qur’an &Astronomi

Begitu banyak fakta yang menerangkan tentang ini, misalnya penciptaan alam semesta dari ketiadaan, melebarnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tat kala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (21:33, Al Qur’an)

dikatakan jupa pada ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:.
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (36:38, Al Qur’an)

Fakta-fakta yang dinyatakan dalam Al Qur’an ini sesuai dengan beberapa hasil yang telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman sekarang. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berputas menempuh jarak sama. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:
“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (51:7, Al Qur’an)

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan diabad dulu silam di saat ilmu astronomi masih tertertinggal dalam mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (51:47, Al Qur’an)

Persamaan Al-Qur’an & Planet bumi

Banyak fakta ilmiah apalagi berhubungan hal ini, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis sebuah gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur’an.

Bentuk Bulat Bumi

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (39:5, Al Qur’an)

Di Al Qur’an, ayat-ayat yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Contoh keduanya yaitu:

Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur’an, mengacu pada fungsi “mengembalikan” yang dimiliki langit. “Demi langit yang mengandung hujan.” (86:11, Al Qur’an)

Kata yang ditafsirkan sebagai “mengandung hujan” dalam terjemahan Al Qur’an ini juga bermakna “mengirim kembali” atau “mengembalikan”. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi “pengembalian” dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.

Informasi mengenai Peristiwa masa depan dalam Al-Qur’an. Allah mengisahkan dalam Al Qur’an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.

Persatuan Ilmu Al-Quran &Fisika

Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al Qur’an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.

Kesamaan Al-Qur’an &Biologi

Al Qur’an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.

Kaligrafi Al Fatihah

Kaligrafi Al Fatihah

Pemilihan Kaligrafi dari Akal

Peka tehadap apa yang terjadi pada jaln hidup ini, tak seorangpun yang bisa membayangkan dengan kendala yang akan datang menghalangi perjalanan hidupkita. Jikakita tidak pernah belajar dan mencari sebab musabab dan bagaimana penyelesaiannya maka hasilnya akan tetap menemui jalan yang tak akan habis perkaranya.kita kebanyakan berfikir untuk kesenangan sesaat saja dan tak berfikir jangka panjangnya yang akan menimpa kita. Itulah kesalahan yang ada pada diri kita masing-masing.

Manusia yang diberi kemampuan lebih oleh ALLAH SWT yaitu berupa akal yang seharusnya digunakan untuk berfikir lebih rasional lagi dalam melakukan tindakan yang akan dijalankan. Bukan hanya menubruk dan menerjang semua yang ada di depan, namun lihat pula pada bagian mana yang jangan kita terjang namun dipikirkan terlebih dahulu pantas tidaknya. Karena kebutuhan berfikir yang baik akan mendapatkan hasil yang bagus pula.

Hasil yang bagus dari kinerja kita akan sangat memuaskan diri sendiri juga yang bangga apa yang didapat dengan jerih payah dan penuh akal sehat yang memecahkan masalah, sehingga  apapun yang didapat dan ditempuh sangat mengesankan. Seperti halnya saat kitam membeli sesuatu. Dan sesuatu itu berhubungan dengan dekorasi rumah maka pilih yang benar-benar bermanfaat.  Disaat kita memilih kecocokan untuk mendapatkan bentuk apa yang cocok untuk dekorasi rumah ini, pikiran kita yang bekerja. Dia memilah dari hasil apa yang kita lihat. Dari penglihatan dihantarkan keotak untuk diproses mana yang bagus dalam menghiasi ruangan pada rumah kita. Kinerja otak sangatlah cepat dalam melakukan aktifitasnya berfikir sehingga ide yang disalurkan secara spontan pula muncul begitu saja dan menghasilkan pilihan yang tepat untuk memutuskan sesuatu itu. Dan dalam pemilihan bahan dekorasi pikiran pasti memilih bentuk yang akan memberikan nilai plus pada ruangan rumah anda. Dan pasti yang muslim pikiran itu tertuju pada kaligrafi.

Dekorasi ruang yang berisi kaligrafi akan memberikan nilai lebih pada pemilik rumah dan  rumah itu sendiri. Karena pikiran sudah dilakukan pengerjaannya secara matang dalam meikirkan itu. Kaligrafi yang sebagai dekorasi rumah akan mengenalkan keseseorang bahwa pemilik rumah adalah orang yang religius sehingga para tamu atau pengunjung lebih sopan, ramah dan sangat menjaga etika saaat berada dirumah tersebut. Itu yang telah dipikirkan oleh pikiran kita saat kita menginginkan perubahan hiasan dekorasi pada rumah kita.

Ayat Kursi 117 x 64 x 4 cm

Ayat Kursi 117 x 64 x 4 cm

Strategi penjualan Toko furniture kaligrafi

Kaligrafi Bismillah

Kaligrafi Bismillah

Toko-toko sekarang telah berkembang untuk menjajakan segala yang diperlukan oleh masyarakat. Toko merupakan tempat diman kebutuhan manusia akan terpenuhi. Kenapa saya bilang begitu karena toko itu berbagai jenis apapun yang bisa kita inginkan. Toko menyediakan barang-brang keperluan dari yang ringan samapai berat, yang kecil sampai yang besar tergantung pada pilihan saja. Disetiap toko yang berbeda juga penjualannya berbeda pula, tergantung yang disediakan. Jika ingin pakaian maka cari toko pakaian, jika ingin bangunan maka ke toko bangan dan sebagainya.

Toko yang akan kita bahas kali ini ada toko furniture, dari toko furniture ini juga memiliki berbagai jenis bahan yang diperjual belikan dari meja kursi, sofa almari, dipan sampai hiasan dinding. Dari hiasan dinding pula ada yang nuansa alam ada yang kaligrafi. Dan yang bersifat kaligrafi yang paling laris dalam pencariaannya. Toko-toko yang mengisi kaligrafi ini akan menjadikan bentuk keberuntungan memanggil para pelanggan untuk mendapatkan kaligrafi tersebut. ditto itu kaligrafi dipajang seakan meningkatkakn keindahan bentuk ruang dan interiornya.

Dari pemasangan yang tepat di toko atau souroom furniture kaligrafi ini akan menambah minat konsumen untuk melakukan pembeli. Dari bentuk itu karena menunjukan sebuah strategi penjualan tentang produk dan layanan. Termasuk prodauk kaligrafi yang ditempatkan pada letak yang cantik akan menjadi daya tarik bagaimana penaruhan yang tepat diruang rumah mereka. Gaya penempatan itu akan menjadikan motivasi bagi pencinta kaligrafi.

Sebuah strategi dalam melakukan penjualan sangatlah diperlukan para pemilik toko furniture ini. Karena tidak sedikit pesaing yang juge bergelut dibidang ini. Mereka juga berlomba-lomba bagaimana agar kaligrafi yang mereka jual segera mendapat ruang di hati para konsumen. Maka strategi mereka bagaimana menarik sebuah konsumen itu. Strategi disetiap pembisnis kaligrafi ini pasti juga berbeda –beda dalam pengaplikasiannya. Toko yang satu dengan toko yang lain pasti akan mengunggulkan apa saja yang bisa dijadikan faktor penentu keberhasilan menarik pelanggan itu.

Pelanggan akan tertarik bila mana disebuah toko kaligrafi itu menampilkan hal yang unik, menarik dan sesuatu yang lain yang bisa membuat sang konsumen menjadi respek untuk membeli. Karena toko-toko kaligrafi sangatlah banyak akan banyak pertimbangan pelanggan dalam melakukan pembelian dimana toko itu yang memberikan faktor terbaik bagi konsumen.

Strategi promosi Kaligrafi

kaligrafi Tahlil Bulu

kaligrafi Tahlil Bulu

Kaligrafi memang cukup hits saat ini, sehingga sangat asik jika diperbincangkan bagaimana harus menawarkannya kepada pelanggan. Pembicaraan tentang kaligrafi juga bukan sekali dua kali diperdengarkan di telinga masyarakat tentang bagusnya interior yang berisi kaligrafi. Untuk itu kita harus menengaok ke lapangan bagaimana yang diperlukan masyarakat akan kesenangan memilki hiasan yang diharapkan. Dan bagaimana bentuk maupun cover luar yang bisa menarik kecintaan terhadap kaligrafi. Apakah kualitasnya saja atau desain yang beragam yang bisa mengakibatkan pelanggan berboyong-bonyang melakukan pembelian hiasan dinding tersebut.

Kaligrafi yang tak kalah pula dalam hal dresain yang bisa dibentuk bagaimana saja bisa juga menyerukan hiasan dinding biasa. Dengan melakukan strategi promosi kaligrafi akan menambah pengenalan ke konsumen bahwa inilah produk kaligrafi yang bisa juga sama dengan hiasan dinding rumah anda, malahan lebih berseni. Promosi akan lebih bisa mengenalkan kaligrafi lebih dekat dengan konsumen, bentuk, desain , kualitas dan isi yang akan diberikan kaligrafi untuk konsumen. Jadi strategi ini sangat penting dalam menigkatkan penjualan penjualan kaligrafi.

.

Terjadinya Kaligrafi Ukir

Ayat Kursi Allah 78 x 78 x 4 cm Jati

Ayat Kursi Allah 78 x 78 x 4 cm Jati

Ukiran merupan suatu seni yang turun temurun sudah diperhadiahkan ke generasi-generasi penerus bangsa sebagai warisan dan hiasan kebudayaan indonesia. Karya seni disuatu pahatan yang diserupan keindahan dasar yang keras dan kasar dibuat dalam pola-pola berhiaskan perubahan bentuk yang penuh irama dalam setiap detailnya. Desain dengan goresan teratur dan abstrak bertatahkan serutan yang mengelupas terjadi sebuah ukiran yang cantik. Ukiran bisa saja dituangkan pada media apa saja sesuai yang kita ingin. Jika ukiran itu bersifat datar makan ukiran tersebut bisa dibuat diatas sebuah kanvas kertas, kulit dan tempat lain yang memuliki media tipis, namun saat sebuah ukiran dinginkan dalam pesona timbul maka media dasar yang digunakan antara lain kayu, lempeng besi dan batu. Media media tersebut yang akan membantu anda memberikan efek 2 D pada hasil yang diterima.

Ukiran yantg dibentuk dari sebuah media yang diinginkan pula akan memberikan alat yang berbeda pula dalam penggunaannya. Jika pada kanvas dan kulit atal yang digunakan adalah kuas dan pensil saja, namun saat sebuah bahan dasar yang digunakan lebih kasar makan alatnya juga khusus tidak sembarangan. Karena dalam hasil yang bagus makan perlu alat yang bisa menghasilkan sesuatu itu juga menjadi lebih bagus, dan bagi pembuatnya juga tidak sembarang orang yang bisa mengukir secara 3 dimensi, karena perlu keahlian khusus. Hanya orang-orang yang mempunyai tangan rofesional yang bisa membuat sebuah desain menarik, unik dan juga mengagumkan.

Diantara ukiran yang bisa dibuat adalah kaligrafi. Kaligrafi yang berawal hanya sebagai tulisan indah namun sekarang tulisan indah yang dikanvas menjadi tulisan indah yang berukir. Dan kaligrafi yang menjadi banyak minat adalah kaligrafi arab. Kaligrafi ukir hasil pepaduan para ahli seni yaitu seni ukir pahat dan seni tulus arab indah yang digabungkan dalam menjadikan tulisan arab berukir. Ukiran yang halus besrsama tulisan arab yang indah menjadikan sebuah nilai yang tak sebanding dengan apapun.

Kaligrafi ukir menjadi ciri khas sekarang dalam perkembangan zamannya. Menjadi tipa generasi mencintai krya yang terbuat. Hadiah yang menawan yang bisa diberikan sebagai souvenir buatan tangan yang sangat beharga dari yang lainnya.

Pembuatan Kaligrafi ukir kayu

Kaligrafi ukir yang timbul sangat banyak jenisnya. Ada yang dari kayu, timah, metal dan yang lain. Namun saat dilihat hasil dan kualitasnya ternyata yang lebih berkelas adalah kaligrafi ukir yang terbuat dari kayu. Ada bisa melihat sendiri disetiap toko penjualan kaligrafi . anda dapat membedakan yang mana saja bentuk kaligrafi yang sangat indah dari segi bahan, dan mana dari jenis kaligrafi ukir ini yang paling lau. Banyak orang akan mengatakan bahwa kaligrafi ukir kayu yang sangat indah dan sangat laku di pasarnya.

Kaligrafi ukir kayu mejadi kaligrafi yang terasa hangat dan alami. Kehangatannya di teliti dari jenis kayu yang dibuta model natural yang sangat enka dalam pandangan kita dan terasa sekali kealamian disetiap detail yang berisi ayat-ayat sucoi Al Qur’an tersebut. Kaligrafi kayu juga bisa dilihat secara t3 dimensi dari sudaut manapun yang bisa dinikmati dan ketimbulan dari detail-detai kaligrafi terlihat betul.

Kayu-kayu yang digunakan juga bukan kayu yang sembarang bisa dipakai langsung, tetapi menggunkan beberapa tahapan yang menghasilkan bentuk kaligrafi yang megah tersebut. Dapat memilki diantara kaligrafi-kaligrafi tersebut akan menjadikan kebanggan tersendiri pastinya bagi kita semua.

Masalah Sejarawan Seni Kaligrafi

Seni-sejarah metode katalog dan mengkategorikan seni di bawah berbeda “gaya”, didefinisikan dalam hal karakteristik formal, dan menjelaskan “evolusi” atau “pembangunan” dari masing-masing gaya, dengan menelusuri setiap form ke asalnya, sumber atau prekursor atau yang sosial, ekonomi dan lainnya penentu lingkungan. Dengan demikian “Seni Islam” diperlakukan sebagai gaya ditandai dengan unsur-unsur seperti geometri, bentuk non-figuratif atau abstrak yang seharusnya “berevolusi” untuk menghindari larangan terhadap representasi bentuk bernyawa, atau “vaccui horor” pengembara gurun . Atau, “Seni Islam” adalah baik ditolak pengakuan sebagai “Seni” dengan alasan bahwa itu tidak memenuhi kriteria orisinalitas, dan ekspresi kreatif dari seniman individual, dan diklasifikasikan sebagai “kerajinan” atau lebih rendah, diterapkan, industri atau “seni berguna”, atau ditolak sebagai kategori tunggal karena ada banyak kesamaan antara produksi secara luas bervariasi dalam ruang dan waktu, dan karena semua unsur masing-masing gaya daerah dapat ditelusuri ke sumber-sumber non-Islam.

Allah

Allah

Masalah Praktisi Kontemporer

Mengingat definisi modern “Art”, yang “pengrajin” tradisional mencari penerimaan dan pengakuan sebagai “artis” dengan “modernisasi seni Islam”, mendistorsi bentuk-bentuk tradisional dan menggabungkan bentuk-bentuk baru untuk menunjukkan orisinalitas, kebaruan, ekspresi kreatif, sedangkan moderen “artis” mencari legitimasi di mata-Nya seagama dengan “Islamicising seni modern”, dengan memasukkan beberapa motif tradisional, seperti pola geometris dan kaligrafi.

Efek dalam kedua kasus adalah untuk mendevaluasi tradisi dan memuliakan modernisme. Hal ini sendiri tidak akan luar biasa kalau bukan karena gunung tumbuh bukti bahwa krisis lingkungan global saat ini sebagian besar merupakan konsekuensi langsung dari paradigma pembangunan modern yang didasarkan pada ilmu material, teknologi dan industri dan langkah-langkah “kemajuan” dalam hal perolehan harta benda dan keuntungan yg mengingatkan.

[1] Pengantar Dr Martin Lings, Kitab Puisi, di mana ia menyatakan bahwa kreativitas seni sejati membutuhkan tindakan Roh. Dalam tradisi Yunani fungsi ini disebut Apollo dewa cahaya dan merenung kemudian aspek lebih lanjut dari fungsi yang sama. Dalam konteks ini adalah lebih benar untuk mengatakan bahwa Apollo bukanlah dewa cahaya tapi cahaya Allah.

[2] Kesukaan salah kami dan keinginan yang tidak buruk dalam diri mereka sendiri tetapi buruk ketika lampiran untuk apa pun adalah untuk ‘hal dalam dirinya sendiri melalui kebutaan untuk pola dasar atau gairah atau keinginan sendiri menjadi’ tuhan ‘yaitu wakil.

Kaligrafi Traditional

Tulisan ini membahas seni tradisional kaligrafi dalam konteks budaya kontemporer, dengan referensi khusus untuk usaha baru pada satu sisi untuk “memodernisasi kaligrafi Islam” dan di sisi lain untuk “mengIslamkan seni modern” (atau konstruksi seperti “calligraph-art ). Ini adalah pendapat kami bahwa upaya ini didasarkan pada penerimaan tidak kritis dari definisi modernis “seni” yang merendahkan kaligrafi untuk kategori kerajinan, dan narasi budaya evolusi modernis yang menyamakan perubahan dengan “kemajuan” dan “pembangunan”, yang adalah, proyek modernitas yang sekarang mengancam untuk menghancurkan kemanusiaan kita dan lingkungan kita.

Mari kita menyatakan kembali perspektif seni tradisional untuk mengingatkan diri kita bahwa seni kaligrafi dapat dikurangi ke tingkat dangkal preferensi gaya dan trendi grafis hanya pada biaya kehilangan sarana mendalam berharga mengakses pandangan dunia yang telah mendefinisikan kemanusiaan kita dan berkelanjutan lingkungan kita selama ribuan tahun.

Ayat Kursi 78 x 78 x 4 cm Jati

Ayat Kursi 78 x 78 x 4 cm Jati

Perspektif Kaligrafi Tradisional

Secara tradisional istilah “seni” mencakup semua seni dan kerajinan. Bahkan itu diterapkan untuk membuat atau melakukan sesuatu yang memenuhi kriteria ganda utilitas dan keindahan. Sekarang utilitas – kesesuaian berfungsi dan tujuan – berkaitan dengan kuantitas dan aspek-aspek praktis dan fisik yang lebih jelas materi dan bentuk. Tapi keindahan berkaitan dengan kualitas, dan secara tradisional dipahami sebagai kualitas Illahi. Dalam kosmologi tradisional, semua ciptaan, segala sesuatu di alam semesta diciptakan, adalah manifestasi dari Tuhan. Dalam proses kreatif, atribut dan kualitas Illahi tercermin pertama sebagai arketipe di pesawat Roh atau pesawat yang ideal kebentuk kaligrafi yang indah, maka sebagai bentuk murni pada bidang imaginal, dan akhirnya sebagai objek alam dan buatan manusia dan tindakan pada pesawat duniawi. Namun, beberapa objek dan tindakan yang lebih “transparan”, yaitu bentuk-bentuk yang ideal lebih mudah diakui dalam mereka daripada orang lain yang lebih “buram”. Misalnya, kualitas seperti proporsi, harmoni, keseimbangan, simetri dll lebih mudah diakui dalam hubungan matematika tertentu, dalam musik dan karya seni lainnya. Demikian pula, bentuk manusia, atau pohon atau matahari terbenam, bisa menyerang kita sebagai “sempurna” karena sesuai dengan ide kami “sempurna” manusia, atau wanita atau pohon dll Memang setiap benda duniawi, kecerdasan atau bertindak, mengambil arti simbolis sejauh itu mencerminkan pola dasar surgawi. Disempurnakanoleh Insan Kamil , pria menyadari sepenuhnya, adalah cermin yang mencerminkan semua kualitas, yaitu Menjadi mutlak; Ini adalah sifatnya penting, dirinya yang sebenarnya, dan potensi dalam diri setiap manusia. Tapi kita terselubung dari pengetahuan tentang Real oleh dunia fenomenal, dan kami terselubung dari Diri sejati oleh keinginan satwa kita. Untuk mewujudkan manusia potensinya harus memulihkan alam yang hilang, sifat primordial nya diciptakan menurut gambar Allah tetapi ia kalah di musim gugur. Ini adalah ketika sifat manusia nya pulih keutuhan aslinya yang akses ke Roh, Mata Hati menjadi mungkin. Dia harus melakukan suatu perjalanan batin dari tubuh, melalui jiwa ke jantung. Karena itu adalah “hati” yang merupakan tempat Roh. Hanya ketika “mata hati” dibuka bisa itu merenungkan “Real” dan mencapai pencerahan.

Pria Tradisional diukur manusia “pembangunan” dalam hal “kemajuan” yang dibuat dalam perjalanan ini menuju “pencerahan”. Peran seni, dalam masyarakat tradisional, telah bertindak sebagai dukungan dalam pencarian spiritual ini atau perjalanan, dengan mengingatkan kita tentang peran dan fungsi kami dalam kehidupan ini, dengan menunjuk ke tujuan kita yang sebenarnya dan dengan menerangi jalan menuju tujuan itu.
Dalam kerangka ini artis atau pengrajin tidak dapat menganggap dirinya “asli” (kecuali dalam arti kembali ke asal), atau “menciptakan” beauty. Kecantikan sudah ada sebagai realitas objektif. Dia hanya bisa bercita-cita untuk mencerminkan dalam karyanya. Tapi bagaimana dia bisa mencerminkan pola dasar surgawi yang menurut definisi terletak di luar dunia yang masuk akal ini, dunia fenomenal materi, ruang dan waktu?

Ayat Kursi 78 x 78 x 4 cm Jati 2

Ayat Kursi 78 x 78 x 4 cm Jati 2

Untuk mulai dengan, setiap artis atau pengrajin memperoleh seni atau keterampilan kerajinan dari master yang diakui. Master pada gilirannya, selalu menelusuri sumber seni melalui rantai master, ke sumber yang diilhamkan Allah – seorang nabi, orang suci, seorang bijaksana atau guru besar yang baik terampil dalam seni dan pencerahan spiritual. Tapi tak satu pun dari sumber-sumber ini mengklaim sebagai pencetus atau pencipta seni tersebut, hanya telah menjadi kendaraan atau penerima hadiah tersebut dari Roh Ilahi. Inilah sebabnya mengapa bentuk klasik besar dalam setiap seni tradisional dan kerajinan yang diadakan di penghormatan dan penghargaan tersebut. Mereka diturunkan dari master untuk magang, dari generasi ke generasi. Formulir ini ditiru oleh siswa, bukan hanya sebagai sarana menyempurnakan keterampilan teknis mereka, tetapi juga sebagai sarana memurnikan roh atau memperoleh berkat khusus. Mereka digunakan oleh para profesional sebagai eksemplar, titik acuan, membimbing kerangka kerja atau dasar untuk pekerjaan mereka sendiri.

Keunggulan kaligrafi lebih dari seni representasional dibahas secara rinci oleh Abul Fazal, sejarawan pengadilan Akbar Agung, pada bagian studio lukisan di A’een e Akbari .Sebuah kesan pemilik bentuk ditemukan dalam gambar. Dan penilaian realitas diperoleh dari kesan ini. Surat-surat dan kata-kata yang dikenal melalui bentuk garis, dan makna dilihat dari huruf dan kata.
Meskipun menyerupai tubuh digambarkan dalam gambar, yang terkenal, dan seniman Eropa memungkinkan penonton untuk menjelajah serambi realitas, dengan membawa formulir sebagainya aneh dan menakjubkan dalam perilaku kreatif yang tak terhitung jumlahnya dan gaya, sehingga mata adalah tertipu mengambil rupa untuk nyata. Tapi menulis memiliki status yang jauh lebih mulia dan unggul karena memberitahu kita tentang pengalaman empu kuno, dan kecerdasan dan pemahaman dikembangkan oleh keintiman ini …

Bentuk terbaik dari ilustrasi adalah kaligrafi. … Mereka yang tertarik dengan penampilan luar saja, menganggap kata-kata tertulis sebagai bentuk hitam, tapi mereka yang bisa membedakan kebenaran memahaminya sebagai lampu penegasan. Memang benar bahwa itu adalah kegelapan, tetapi tersembunyi dan bercahaya dalam kegelapan ini ribuan obor bercahaya. Bahkan itu benar-benar benar untuk mengatakan bahwa dekat mol mata belum menghasilkan adalah lampu brilian.
Ini adalah jejak hasil karya Ilahi, produk dari domain kebenaran dan spiritualitas. Ini adalah malam di mana matahari bersinar dan nyata. Ini adalah awan gelap dari yang hujan mutiara cerah dan cemerlang. Ini adalah harta karun dari pandangan dan ruang rahasia realitas. Ini adalah jimat aneh dan indah yang berbicara dalam dunia keheningan Hal ini statis, tetapi memiliki kekuatan gerak. Ini adalah bidang untilled, tetapi seorang pencari di jalan penerbangan ke langit. Kenyataannya adalah bahwa dari balok dari obor pengetahuan ilahi yang jatuh pada jiwa artikulatif. Jantung menyampaikan berkas ini ke dunia imaginal, yang menengah antara abstrak dan dunia materi, sehingga abstrak dapat membangun hubungan dengan materi, dan entitas absolut menjadi terbiasa dengan obligasi kurungan.

Setelah tahap ini balok turun dari dunia imaginal langit ke jantung, dan datang dari hati ke lidah, dan dari lidah memasuki telinga melalui udara, dan setelah ini, membebaskan diri dari ikatan materi satu demi satu, kembali ke pusat sebenarnya. Kadang-kadang sehingga terjadi bahwa wisatawan ini langit dibantu oleh ujung jari untuk tur darat dan laut dari pena dan tinta, dan setelah menyelesaikan kunjungan tersebut, dibawa ke ruang tamu halaman kertas putih. Tamu langit ini terbang ke dunia yang lebih tinggi dengan cara mata, meninggalkan jejak pada lembaran kertas.