Arsip Tag: Kehebatan Al Qur’an

Keajaiban Kitab Suci Al Qur’an Semesta Alam

Al Qur’an merupakan sebuah firman Allah yang di isiya mengandung begitu banyak sekali sisi kemukjizatan yang membuktikan kenyataan-kenyataan. Diantaranya yaitu fakta bahwa beberapa hasil penemuan ilmiah yang hanya bisa di ungkapkan dengan teknologi pada saat itu, ternyata telah dibuktikan dalam kandungan ini di Al Qur’an kurang lebih pada 1400 tahun lalu. Al Qur’an sebagai kalam Allah SWT, Pencipta segala sesuatu yang ada pada alam ini. Dialah sang Illahi yang ilmu-Nya menyertai segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur’an, 4:82 “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” Tidak hanya tewrhadap kitab suci ini yang bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap bait informasi yang dikandung Al Qur’an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini dari waktu ke waktu.

Namun, Al Qur’an tentu saja bukanlah menjadi kitab tentang ilmu pengetahuan. Tapi, dalam beberapa ayatnya terdapat banyak isi fakta keilmiahan yang menyatakan secara sangat akurat dan benar yang yang baru ditemukan saat-saat ini, namun Al Qur’an sudah menjelaskannya terlebih dahulu tentang penemuan tersebut pada awal penurunan Al qur’an. Bukti-bukti ini belum dapat diketahui di masa Al Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur’an merupakan firman Allah.

Keajaiban Ilmu ilmiah dengan Al Qur’an

Antara Al-Qur’an &Astronomi

Begitu banyak fakta yang menerangkan tentang ini, misalnya penciptaan alam semesta dari ketiadaan, melebarnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tat kala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (21:33, Al Qur’an)

dikatakan jupa pada ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:.
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (36:38, Al Qur’an)

Fakta-fakta yang dinyatakan dalam Al Qur’an ini sesuai dengan beberapa hasil yang telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman sekarang. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berputas menempuh jarak sama. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:
“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (51:7, Al Qur’an)

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan diabad dulu silam di saat ilmu astronomi masih tertertinggal dalam mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (51:47, Al Qur’an)

Persamaan Al-Qur’an & Planet bumi

Banyak fakta ilmiah apalagi berhubungan hal ini, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis sebuah gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur’an.

Bentuk Bulat Bumi

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (39:5, Al Qur’an)

Di Al Qur’an, ayat-ayat yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Contoh keduanya yaitu:

Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur’an, mengacu pada fungsi “mengembalikan” yang dimiliki langit. “Demi langit yang mengandung hujan.” (86:11, Al Qur’an)

Kata yang ditafsirkan sebagai “mengandung hujan” dalam terjemahan Al Qur’an ini juga bermakna “mengirim kembali” atau “mengembalikan”. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi “pengembalian” dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.

Informasi mengenai Peristiwa masa depan dalam Al-Qur’an. Allah mengisahkan dalam Al Qur’an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.

Persatuan Ilmu Al-Quran &Fisika

Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al Qur’an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.

Kesamaan Al-Qur’an &Biologi

Al Qur’an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.

Kaligrafi Al Fatihah

Kaligrafi Al Fatihah